SEJARAH CANDI PRAMBANAN DENGAN BANDUNG BONDOWOSO

 


Sumber : : http://wiki-wisata.blogspot.com/2014/10/obyek-wisata-candi-prambanan-yogyakarta.html 

Banyak orang mempercayai mitos bahwa Candi Prambanan ini adalah bukti cinta Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Namun apakah benar memang Bandung Bondowoso lah yang membangun candi itu?.

Bandung Bondowoso adalah seorang pangeran yang jatuh cinta kepada seorang putri bernama Roro Jonggrang. Karena telah jatuh cinta kepada Roro Jonggrang, ia pun berusaha mendekati sang putri. Bandung Bondowoso mencoba melamar sang putri, namun karena sang putri tidak punya perasaan yang sama dan coba untuk menolaknya, namun sang putri tak kuasa menolak keinginan Bandung Bondowoso yang terus membujuknya.

Untuk itu sang putri mencoba menolaknya dengan memberi syarat kepada Bandung Bondowoso. Hal itu dikarenakan bahwa Bandung Bondowoso adalah pembunuh ayahnya. Namun dikarenakan sang putri tidak berani menolak keinginannya, maka dari itu ia membuat syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membuat sumur yang sangat dalam.

Dikarenakan cinta dan keinginannya yang sangat besar, Bandung Bondowoso mengiyakan keinginan itu. Dan dibuatlah sumur yang sangat dalam, namun rencana ini gagal. Karena ketika Bandung Bondowoso sedang menggali sumur itu, seketika sumur itu ditimbun dengan batu oleh sang putri. Sumur itu diberi nama Jalatunda. Namun tak disangka, meski telah ditimbun batu didalam sumur yang sangat dalam itu Bandung Bondowoso masih bisa keluar.

Namun karna perasaannya yang masih sama, dan Bandung Bondowoso masih mencintai sang putri meski telah mencoba menimbunnya di sumur yang dalam itu. Kemudian Bandung Bondowoso bersedia menyanggupi keinginan kedua sang putri. Sang putri menginginkan Bandung Bondowoso untuk membuatkannya 1.000 candi hanya dalam satu malam saja. Dan apabila keinginan itu berhasil diwujudkan, sang putri bersedia untuk menjadi mempelainya.

Bandung Bondowoso yang berusaha mewujudkan keinginan sang putri, berusaha dengan keras sampai ia mengerahkan para jin untuk membantunya membangun 1.000 candi. Untuk memanggil bala bantuan para jin itu, Bandung Bondowoso bersemedi dan memanggil para jin untuk keluar dari dalam bumi dan bersedia membantunnya.

Dengan bantuan dari para jin itu, Bandung Bondowosa sanggup membuat 999 candi hanya dalam waktu kurang dari satu malam saja dan kemudian ia berusaha melanjutkan untuk membuat 1 candi yang masih kurang. Sang putri mendengar bahwa Bandung Bondowoso hampir selesai membuat 1.000 candi, maka dari itu sang putri mencoba untuk menggagalkannya.

Roro Jonggrang membangungkan para pelayan wanita dan meminta mereka untuk menumbuk lesung di tengah malam. Karena mendengar suara tumbukan lesung, ayam-ayam pun terbangun dan berkokok dengan keras sehingga Bandung Bondowoso mengira hari sudah pagi. Dan para jin yang sedang bekerja pun ikut terkejut mendengar suara ayam berkokok, dengan segera mereka pun lari tunggang langgang meninggalkan lokasi pembangunan candi. Karena hal itu Bandung Bondowoso hanya mampu membuat 999 candi.

Namun karena mengetahui bahwa itu hanyalah bentuk kecurangan sang putri untuk menggagalkannya membuat candi yang ke 1.000, Bandung Bondowoso pun marah besar dan kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah candi untuk melengkapi jumlah candi menjadi 1.000 buah. Namun apakah benar cerita itu yang melatarbelakangi berdirinya Candi Prambanan?. Untuk itu mari kita coba simak penjelasan berikut ini.

Candi Prambanan pada awalnya dibuat untuk menandingi Candi Borobudur. Candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan. Rakai Pikatana merupakan raja keenam dari kerajaan Medang yang berkuasa pada tahun 840 sampai 856 masehi. Candi Prambanan merupakan bangunan simbolis yang menandai kembalinya kekuasaan keluarga Sanjaya atas tanah Jawa.

Candi Prambanan adalah bangunan suci yang dimaksudkan untuk memuliakan Dewa Shiwa, hal ini diketahui dari salah satu prasasti yang bernama Siwagrha yang dibuat pada tahun 856 masehi. Dalam prasasti itu menyebutkan bahwa nama asli dari Candi Prambanan adalah Siwagrha yang berarti “Rumah Shiwa”, jadi pada dasarnya Candi Prambanan adalah tempat beribadah dan tempat untuk memuji Dewa Shiwa dalam kepercayaan agama Hindu.

Dalam proses pembangunan Candi Prambanan ini, bahkan sampai mengubah aliran sungai Opak. Ini dikarenakan aliran sungai Opak dirasa terlalu dekat dengan konstruksi pembangunan candi, dan dikhawatirkan menyebabkan erosi. Lengkungan sungai Opak yang pada awalnya mengalir dari utara ke selatan dengan lengkungan ke arah timur bagian barat candi, kemudian diubah untuk dijadikan sebagai lahan agar bangunan candi lebih luas.

Untuk arsitektur Candi Prambanan ini mengikuti arsitektur Hindu dari kitab Wastu Sastra. Bentuk candi yang menjulang tinggi merupakan ciri khas dari candi agama Hindu. Candi ini merupakan representasi dari rumah Shiwa. Rumah Shiwa yang berbentuk menjulang tinggi ini, membuatnya dinilai mirip dengan bentuk Gunung Semeru.

Candi Prambanan bukan semata-mata hanya tempat untuk menyembah Dewa Shiwa, namun disini kalian juga dapat melihat relief-relief yang berbentuk ukiran yang bercerita. Ukiran-ukiran ini bercerita tentang kisah Ramayana dan Khrisnayana. Untuk dapat membaca cerita dalam relief-relief ini, kalian dapat membacanya dari kanan ke kiri dengan cara mengitari candi searah jarum jam.

Candi Prambanan juga dijadikan sebagai tempat berwisata jika kalian mengunjungi Yogyakarta. Candi ini terletak di Jl. Raya Solo- Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, kec. Prambanan, kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kalian bisa mengunjungi candi ini untuk melihat-lihat salah satu warisan budaya Indonesia.


Komentar