UTS Profesi Jurnalistik

 

DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA INDUSTRI GITAR RUMAHAN

Oleh Muhammad Yusuf

SUKOHARJO, salah satu pengrajin gitar rumahan (Adnan Junianto) mengalami penurunan omzet dikarenakan pandemi covid-19 yang tidak berkesudahan, Sabtu (23/4/2022).

Di era pandemi covid-19 sekarang banyak berdampak pada sektor kewirausahaan, seperti di sektor industri gitar rumahan dukuh Bregan, kecamatan Baki, kabupaten Sukoharjo. Banyak industri gitar rumahan mengalami penurunan omzet dan banyak pekerja yang dipecat dikarenakan industri tersebut terdampak pembatasan seperti PPKM yang selama ini diterapkan pemerintah guna mengurangi mobilitas masyarakat yang diharapkan menurunnya angka covid-19.

Seperti yang dituturkan oleh salah seorang pengrajin gitar rumahan desa Bregan, bernama Adnan Junianto. Saya mewawancarai nya guna mengetahui dampak pandemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM pada industri gitar rumahan miliknya. Menurutnya pada saat ini di era corona industri gitar menurun derastis karena terganggu di proses penjualan dan juga persaingan harga. Penyebab penurunan omzet dari industri gitar rumahan dikarenakan pembatasan (PPKM) yang diberlakukan oleh pemerintah, sudah 3 tahun tuturnya mulai dari tahun 2020-2022.

Perbedaan yang dirasakan disaat era pandemi dibandingkan dengan sebelum pandemi yakni, di era sebelum pandemi kami sebagai wirausaha merasakan proses penjualan dan kenaikan harga sangat meningkat, karena kita (pelaku) dapat bergerak secara leluasa karena (tidak ada pembatasan PPKM). Sementara di era pandemi covid-19, untuk proses penjualan dan harga menurun derastis karena (diberlakukannya) pembatasan (PPKM) dan juga munculnya pemain baru dalam industri ini yang sedang terdampak pandemi membuat pemain baru tersebut memainkan harga dibawah harga pasaran, guna mendapatkan keuntungan.

Era pandemi covid-19 yang sudah memasuki 3 tahun masih membuat industri gitar rumahan tersebut belum mengalami perbaikan dan perkembangan, menurutnya tidak ada perkembangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan masih seperti diawal pandemi di Indonesia.

Ia menuturkan biasanya pengiriman terbanyak mulai dari dalam kota hingga ke luar kota, dalam kota yakni Jogjakarta, Solo, Sukoharjo. Sementara luar kota adalah Bandung, Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Di era pandemi sekarang untuk pengiriman gitar juga terdampak, menurutnya masih ada pengiriman (ekspor) tetapi hanya beberapa pcs, tidak seperti sebelum pandemi yang dapat mengirimkan sekitar 60 pcs namun di era pandemi sekarang pengiriman paling banyak hanya 24 pcs. Karena pembatasan mobilitas itu para pengrajin dalam pengiriman gitar tidak bisa maksimal.

Ia menuturkan masih belum mengetahui kapan industri ini pulih jika saat ini masih dalam pemberlakuan pembatasan (PPKM) mungkin masih belum bisa pulih sepenuhnya, karena kemungkinan besar era pandemi covid-19 masih (terus) berjalan dan belum mengetahui kapan selseainya pandemic covid-19 ini. Dan juga sampai sekarang pemerintah masih memberlakukan pembatasan mobilitas PPKM dan juga pemerintah masih menggencarkan vaksinasi, karena itu pengrajin masih kurang dalam bergerak/mobilitasnya masih belum seperti dahulu (era sebelum pandemi). 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH CANDI PRAMBANAN DENGAN BANDUNG BONDOWOSO