"PERFORMA LIVERPOOL DI 2 AJANG" (UTS Artikel Jurnalistik)


PERFORMA LIVERPOOL DI 2 AJANG




Sebagai pendukung The Reds (Liverpool), saya merasakan perasaan ketar-ketir. Pada ajang Liga Inggris musim 2022/2023 pekan pertandingan ke-15, Liverpool masih berada diposisi ke-9 masih jauh dengan pemuncak klasemen yakni Manchester City. Liverpool terpaut 16 poin dengan Manchester City sebagai pemuncak klasemen yang sebelumnya ditempati oleh Arsenal namun keduanya memiliki jumlah poin yang sama yakni 32 poin.

Tim asuhan Jurgen Klopp yang pada beberapa musim sebelumnya tampil sangar, kini pada musim baru ajang liga Inggris mereka terlihat berbeda.

Pada musim sebelumya Liverpool berambisi untuk quadruple, The Reds sudah mengamankan dua gelar (Carabao Cup dan Piala FA) dengan dua trofi yang telah didapatkan Liverpool masih dapat memenangkan dua ajang yakni ajang liga Inggris dan liga Champions. Pada ajang liga Inggris, Liverpool berambisi memenangkan kembali piala yang terakhir kali dimenangkannya pada musim 2019/2020 setelah berpuasa selama 30 tahun. 

Namun pada musim 2021/2022 kenyataan berkata sebaliknya, Liverpool terpaut 1 poin dengan Manchester City yang menjadi juara liga Inggris. Sementara pada final Liga Champion, Liverpool harus kalah dari Real Madrid dengan skor 0-1 gol tunggal itu dicetak oleh Vinicius Jr, dan itu membuat harapan quadruple-pun terkubur dalam-dalam. Liverpool hanya dapat puas dengan dua gelar yang sudah diraihnya.

Pada ajang Liga Inggris musim (2022/2023), ini saja Liverpool juga memulainya dengan angina-anginan. Sampai pada pekan pertandingan ke-15 saja, The Reds sudah merasakan 4 kekalahan dengan 4 kemenangan juga 4 kali imbang.

Sepertinya magisnya Anfield sudah memudar, dengan kekalahan melawan Leeds United ini membuat rekor Virgil Van Dijk runtuh setelah perjalanan luar bisanya dalam 70 pertandingan tidak pernah kalah jika main di kandang.  Untuk pertama kalinya dalam karirnya di Liverpool, Virgil Van Dijk mengalami kekalahan dalam pertandingan kandang di ajang Liga Inggris.

Entah ini karena para pemain Liverpool yang sudah mulai menua, dengan regenerasi yang kurang dan juga pembelian pemain yang tidak seperti tim-tim lain yang jor-joran dalam urusan transfer pemain. Pada musim 2020-2021 Liverpool hanya membeli satu pemain saja, yakni Thiago Alcantara dari klub Bayern Munich.

 Setelah itu pada awal musim 2022/2023 Liverpool hanya membeli 3 pemain, yakni Darwin Nunez, Fabio Carvalho, dan Calvin Ramsay. Namun The Reds juga kehilangan salah satu penyerangnya yakni Sadio Mane yang pergi ke Bayern Munich.

Entah performa Liverpool yang sekarang disebabkan karena kehilangan sosok Sadio Mane yang musim-musim sebelumya sudah sangat berjasa dengan Liverpool dalam memenangkan beberapa gelar, salah satunya gelar Liga Inggris yang dinanti The Reds selama 30 tahun lamanya.

Sebenarnya untuk 3 pemain tersebut untuk adaptasinya sudah membaik dan sudah mulai klop dengan tim ini, seperti Darwin Nunez sudah mengemas 5 gol dari 7 pertandingan terakhir bersama Liverpool disemua ajang. Namun itu masih belum cukup jika dibandingka dengan Erling Haaland, karena keduanya memang sama-sama berposisi sebagai penyerang.

Dibalik jebloknya performa Liverpool pada musim ini juga disebabkan oleh badai cidera yang kini melanda klub, dan salah satu pemain yang absen adalah Thiago Alcantara, sehingga itu membuat Liverpool kekurangan pasokan gelandang. Krisis lini tengah itupun membuat Liverpool harus berupaya kembali terjun dalam bursa transfer mendatang untuk mengamankan gelandang yang baru.

Rumor sudah mulai berhembus kencang, seperti Liverpool yang ingin membeli Jude Bellingham yang kini masih di klub Borussia Dortmund, dan tak tanggung-tanggung pemain itu dilebeli dengan mahar 150 juta euro atau setara 2,3 triliun. Liverpool juga dikabarkan ingin merekrut Declan Rice yang saat ini masih berseragam West Ham United.

Entah semua kabar itu benar atau tidak, namun salah satu upaya untuk mengembalikan performa Liverpool juga dapat berasal dari hasil berbelanja pemain baru, dan itu dapat menambah pasokan gelandang yang ada. Terlepas dari rumor transfer yang ada, Liverpool pada ajang Liga Champion musim ini dapat dikatakan memiliki perjalanan yang mulus, berbanding terbalik dengan Liga Inggris.

Pada ajang Liga Champion musim (2022/2023) ini, Liverpool berada dalam grub A bersama tim seperti Napoli, Ajax, dan Rangers. The Reds berhasil menjadi runner up dibawah Napoli yang menang head to head melawan Liverpool.

Dalam grub itu Liverpool hanya merasakan 1 kekalahan yakni melawan Napoli saat bertandang ke markas Napoli pada tanggal 8 September 2022, The Reds menelan kekalahan 4-1. Begitu juga sebaliknya Napoli pun hanya merasakan 1 kekalahan pada saat bertandang ke Anfield Stadium.

Liverpool berhasil mengalahkan Napoli pada pertandingan terakhir di fase grub. Dengan skor 2-0 yang masing-masing dicetak oleh Mohamed Salah dan Darwin Nunez di penghujung pertandingan. Dan itu membuat Liverpool mematahkan rekor 13 kemenangan Napoli di semua kompetisi, hasil yang baik itu membuat Liverpool melaju ke babak 16 besar.

 Memang terdapat perbedaan pada dua kompetisi ini, namun dengan seiring waktu Liverpool berupaya merubah keadaannya dengan mengupayakan beberapa hal, salah satunya untuk terjun dalam bursa transfer mendatang, dan mendatangkan beberapa gelandang yang baru. Untuk itu Liverpool diharuskan menyiapkan anggaran yang tentu saja besar sekali, namun semua itu dilakukan untuk kembali meningkatkan pasokan lini tengah yang belum maksimal.

Semoga saja Liverpool dapat mendatangkan beberapa pemain baru yang nantinya diharapkan dapat mengangkat performa The Reds yang sedang bersusah payah ini dalam mengarungi musim ini disemua kompetisi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH CANDI PRAMBANAN DENGAN BANDUNG BONDOWOSO